Sabtu, 08 Agustus 2009

Manusia diciptakan bukan sebagai pemakan daging


Penyelidikan perkembangan umat manusia telah menunjukkan bahwa leluhur kita adalah vegetarian sejati. Tubuh manusia tidak diciptakan sebagai pemakan daging, dengan demikian tidak cocok untuk makan daging.Hal ini diungkapkan dalam karangan perbandingan anatomi oleh Dr.G.S Huntingen dari Universitas Columbia. Ia menunjukkan bahwa karnivora ( binatang pemakan daging ) mempunyai usus kecil dan usus besar yang pendek. Corak usus besarnya sangat lurus dan halus. Sebaliknya, manusia, seperti binatang vegetarian lainnya, mempunyai usus kecil dan usus besar yang panjang. Kedua usus kita panjangnya kira - kira delapan setengah meter. Usus kecil terlipat sendiri beberapa kali, dan dindingnya bergelombang, tidak halus. Karena mereka lebih panjang dari pada usus karnivora, daging yang dimakan manusia akan mengendap di usus dalam jangka waktu yang lebih lama.

Akibatnya, daging akan menjadi busuk hingga menimbulkan racun yang dapat menyebabkan kanker/ tumor dan berbagai penyakit lainnya. Seperti kita ketahui, kanker adalah penyebab kematian nomor 2 di dunia. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa membakar dan memanggang daging seperti sate, steak dan daging bakar/ panggang lainnya dapat menimbulkan zat kimia ( methylcholanthrene ) yang menyebabkan kanker ganas.Ini terbukti dari percobaan terhadap tikus yang diberi zat kimia ini. Tikus tersebut menderita kanker, seperti tumor tulang, kanker darah, kanker perut, dll.

Daging banyak mengandung protein urokinase dan urea, yang menambah beban ginjal, dan dapat merusak ginjal. Kolesterol dan lemak jenuh yang terdapat dalam daging juga mengakibatkan penyakit jantung. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia terutama di Amerika Serikat.

Dilihat dari sisi lain, daging serta bawang, mengandung energi negatif dan dapat merangsang, serta menimbulkan emosi negatif seperti : marah, takut, cemas, cemburu, serakah, benci atau dendam yang telah ada dalam tubuh manusia, sehingga membuat manusia sulit mengendalikannya. Sebaliknya makanan vegetarian mengandung energi positif. Energi positif yang dihasilkan dari makanan vegetarian dapat meredakan emosi negatif yang telah ada dalam tubuh manusia, sehingga lebih mudah dikendalikan.

Emosi negatif bila dibiarkan berkembang dan tidak dikendalikan, maka dapat melemahkan atau menyebabkan kongesti disekitar chakra solar-plexus, hati dan jantung, sehingga menyebabkan hati mudah terinfeksi atau diserang virus dan terjangkit penyakit hepatitis serta menyebabkan pembesaran jantung dan terjangkit penyakit jantung.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar