Senin, 02 November 2009

Mana yang lebih bahaya, Sayur berpestisida atau Daging yang penuh Zat kimia


Salah satu pandangan yang salah tentang vegetarian adalah sayur dan buah yang terkena pestisida, mempunyai dampak yang sama bagi tubuh manusia dengan daging yang selama di peternakan yang digelontor pakan makanan konsentrat dan obat-obatan yang jelas-jelas mengandung bahan kimia.

Sebenarnya, Pestisida yang menempel pada sayur dan buah, bisa hilang lebih 10 persen saat dicuci dua kali. Pestisida yang masuk ke tanaman akan terkurangi sampai 50 persen lebih, karena sayur dan buah mengandung antioksidan. Ketika direbus, konsentrasi pestisida tadi, akan berkurang lagi.

Sementara di sisi lain, daging tidak mengandung anti oksidan sama sekali. Jadi, ketika kita menyantap daging, akumulasi zat kimia itu kita santap dengan utuh, plus zat-zat tak berguna dan beracun dalam daging. Sehingga masuk akal jika daging menyebabkan penyakit dan gangguan kesehatan.

Semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh manusia terdapat dalam makanan nabati. Ketakutan bahwa asam amino esensial dan lemak hanya diperoleh dari daging ( termasuk olahannya), juga ketakutan bahwa tubuh menjadi lemas dan tak punya stamina karena bervegetarian, adalah tak berdasar.

Kacang-kacangan terutama kedelai mengandung semua asam amino esensial. Lemak pun ada di minyak kelapa sawit dan kacang-kacangan. Tak ada yang perlu dikhawatirkan jika orang bervegetarian.

Pertanyaan sekarang adalah, mengapa orang-orang malah tidak pernah khawatir tentang dampak daging yang sangat merugikan kesehatan? Aneh dan lucu, kan? Vegetarian dikhawatirkan ke sana-kemari, tapi bahaya daging tak disuarakan,.

Banyak orang masih tidak percaya dampak buruk yang merusak dari daging. Kita perlu banyak membaca literatur ilmiah dan menyimak himbauan dari lembaga-lembaga internasional yang peduli akan kesehatan manusia.


Sumber : Kompas.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar